Perjamuan Kudus merupakan sesuatu yang sakral dan perlu dijaga nilai-nilai kesakralannya serta tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Ada beberapa makna Perjamuan Kudus yang diyakini oleh umat Kristiani, yakni:
Pertama, sebagai peringatan Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus. Perjamuan Kudus menjadi bentuk peringatan akan kematian Yesus Kristus di kayu salib dan kebangkitanNya.
Kedua, sebagai bukti Keselamatan. Perjamuan Kudus menjadi tanda bahwa umat Kristen sudah diselamatkan oleh kasih Tuhan Yesus Kristus, yang nyata dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Perjamuan Kudus juga membayangkan kepada umat, bahwa nantinya umat boleh duduk pada meja perjamuan dalam Kerajaan Allah. Karenanya, Perjamuan Kudus bukan peristiwa sedih melainkan perayaan terhadap anugerah Allah.
dalam Perjamuan Kudus umat Kristiani memakan satu roti sebagai tanda kesatuan umat dalam tubuh Kristus. Roti dalam Perjamuan Kudus dipecah-pecahkan untuk mengingatkan umat akan tubuh Kristus yang telah disalibkan. Umat harus makan tubuh Kristus dalam arti dipersatukan di dalam Dia dengan menerima apa yang dilakukanNya bagi manusia.
Sementara itu, anggur melambangkan darah Kristus yang telah ditumpahkan untuk pengampunan dosa-dosa manusia. Anggur disebut juga sebagai cawan pengucapan syukur karena merupakan persekutuan dengan darah Kristus. DarahNya yang tumpah tersebut memberi pengampunan dan menghindarkan umat dari hukuman Allah.
Roti dan anggur dilambangkan sebagai kehadiran Kristus. Dengan kata lain, roti dan anggur tidak berubah secara fisik menjadi tubuh dan darah Kristus yang sesungguhnya.
Di GKJW Jemaat Tunjungrejo, Perjamuan Kudus Masa Paskah kali ini dilaksanakan pada tanggal 6 April jam 19:00 WIB dan 7 April jam 08:00 WIB.
_1680882952.png)
Dengan dilayani oleh Bapak Pdt. Agus Adi Utomo, ibadah Perjamuan Kudus kali ini berlangsung meriah dengan banyak persembahan pujian dari beberapa warga jemaat.